Science & Techno Park dan Kemajuan Inovasi di Indonesia

World Economic Forum (WEF) mendefinisikan daya saing sebagai kumpulan kelembagaan, kebijakan dan faktor-faktor yang menentukan tingkat produktifitas Negara. Setiap tahun WEF menerbitkan laporan pemeringkatan negara dengan menggunakan indeks daya saing global atau Global Competitiveness Index (GCI).

Laporan ini “menyoal kemampuan negara-negara untuk menyediakan kemakmuran tingkat tinggi bagi warga negaranya”. Hal ini tergantung dari seberapa produktif sebuah negara menggunakan sumber daya yang tersedia, dengan variabel antara lain:

  1. Institusi
  2. Infrastruktur
  3. Makroekonomi
  4. Kesehatan dan Pendidikan dasar
  5. Pendidikan Tinggi dan pelatihan
  6. Efisiensi Pasar
  7. Efisiensi Tenaga Kerja
  8. Perkembangan pasar keuangan
  9. Kesiapan Teknologi
  10. Business sophistication
  11. Ukuran Pasar
  12. Inovasi

Dari kedua belas pilar tersebut, kita dapat mengelompokkannya menjadi tiga bagian yaitu kunci untuk factor-driven economies, efficiency-driven economies, dan innovation-driven economies.

World Economy Forum

Banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita jika berbicara mengenai kunci peningkatan ekonomi berbasis inovasi (innovation-driven). Diperlukan visi bersama tentang kemajuan ekonomi dan kemakmuran dimana strategi pertumbuhan yang inklusif adalah prioritas utama. Penurunan keterbukaan ekonomi menempatkan pertumbuhan dan kemakmuran di masa depan menjadi beresiko. Sementara keterbukaan perdagangan dan investasi asing menghasilkan insentif untuk berbisnis dan berinovasi.

Melalui perkembangan fisika, biologi dan sistem digital; gelombang fase industri keempat membawa perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal sifat pekerjaan dan produktivitas. Stimulus moneter tidak cukup, kita perlu agenda daya saing yang komprehensif untuk merangsang bisnis dan kewirausahaan. Dengan mengembangkan teknologi dan beragam inovasi akan semakin mendorong kemajuan Indonesia serta berperan penting dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan perlu adanya pembagian klaster inovasi daerah, pembangunan industri strategis, dan pendirian pusat-pusat inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan jumlah produk-produk unggulan dan nilai tambah industri untuk mendongkrak produktivitas negara, kemandirian produk dan sistem, sekaligus peningkatan kualitas dan fleksibilitas sumber daya manusia.

Ristekdikti

Disinilah pentingnya sinergi A-B-G yang terjalin antara universitas/academics (A), industri/business (B), dan pemerintah/government (G) agar dapat terjadi peningkatan produktivitas menuju keunggulan kompetitif suatu bangsa. Pusat inovasi yang mendukung ekonomi daerah berupa penciptaan ekosistem Sains dan Techno Park (STP) akan menampilkan perusahaan, instansi pemerintah dan universitas sebagai pemimpin serta pendorong inovasi dan pengetahuan di Indonesia.

ITS

STP akan berkolaborasi dengan badan penelitian untuk menciptakan dan mengembangkan teknologi, bekerja bersama-sama dengan mitra industri baik perusahaan multinasional, perusahaan lokal besar, usaha kecil dan menengah dan startup untuk meningkatkan dampak ekonomi dan sosial.

 

 

Leave a Reply

tambo-co-id