Perkampungan Sosial Pingit, Komunitas di Yogyakarta yang Ajarkan Toleransi

Saat ini, kalian sudah bergabung di komunitas apa saja, nih? Bergabung dengan sebuah komunitas itu penting sekali lho, terutama bagi anak-anak muda. Tidak ada ruginya bagi kita ketika bergabung dengan sebuah komunitas. Dengan hal itulah justru kita akan mendapatkan pengalaman yang tidak kita dapatkan di tempat lain.

Kalau ngomongin soal komunitas nih, Yogyakarta punya banyak sekali berbagai macam komunitas, lho. Perkampungan Sosial Pingit misalnya. Komunitas tersebut merupakan sebuah komunitas sosial yang mengajarkan toleransi. Mau tahu lebih banyak tentang komunitas ini? Yuk, simak bersama!

Awal Terbentuknya Komunitas Perkampungan Sosial Pingit

Hana Alvita | Tambo

Perkampungan Sosial Pingit merupakan komunitas sosial yang terbentuk di tahun 1965. Komunitas ini terbentuk sejak krisis moneter melanda Yogyakarta, di mana pada saat itu banyak gelandangan tersebar di jalanan kota Yogyakarta. Pada saat itu, mulai bermunculan para volunteer (relawan) dan akhirnya dibangunlah rumah-rumah penampungan sederhana di daerah Pingit untuk menampung para gelandangan. Hingga sekarang, tempat ini masih berdiri untuk menerima warga yang memerlukan binaan, terutama warga yang kesulitan secara finansial dan tidak memiliki tempat tinggal.

Pelatihan Rutin bagi Warga Perkampungan Sosial Pingit

Hana Alvita | Tambo

Perkampungan Sosial Pingit rata-rata memiliki pendidikan dan keterampilan yang terbatas sehingga sulit untuk mendapatkan akses pekerjaan. Komunitas Perkampungan Sosial Pingit membantu warga untuk mendapatkan pekerjaan, seperti memberikan penyewaan becak dan pelatihan membuat kalender atau kartu pos dari bunga kering untuk dijual kembali bagi warga agar mereka tetap mendapatkan penghasilan sendiri.

Belajar Gratis bagi Anak-Anak di Perkampungan Sosial Pingit

Hana Alvita | Tambo

Komunitas ini menyediakan sekolah gratis bagi anak-anak sekitar Perkampungan Sosial Pingit. Akan tetapi, sekolah ini berbeda dengan sekolah lainnya karena hanya diadakan pada hari Senin dan Kamis pukul 19.00-21.00 WIB. Kegiatan belajar mengajar ini dibagi dalam 3 kelas, yaitu kelas TK, kelas SD, dan kelas PR (pekerjaan rumah) yang dibantu oleh para volunteer.

Perpustakaan Gratis bagi Warga Perkampungan Sosial Pingit

Hana Alvita | Tambo

Ternyata komunitas Perkampungan Sosial Pingit juga mendirikan perpustakaan yang dapat dipinjam oleh warga sekitar, lho! Koleksi buku bacaan yang tersedia juga cukup banyak. Buku-buku tersebut didapatkan dari para volunteer yang menyumbangkan buku-buku bacaan mereka yang sudah tidak terpakai. Ketika meminjam buku bacaan, mereka tidak dikenakan biaya apapun.

Memiliki Banyak Volunteer (Sukarelawan)

Hana Alvita | Tambo

Perkampungan Sosial Pingit memiliki volunteer yang tergabung dalam Komunitas Perkampungan Sosial Pingit. Kegiatan yang dilakukan adalah membantu memberikan pelatihan bagi warga serta membantu proses belajar-mengajar bagi anak-anak di Perkampungan Sosial Pingit. Komunitas Perkampungan Sosial Pingit ini mayoritas beranggotakan volunteer yang merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta.

Wah, keren sekali ya komunitas yang satu ini. Segala kegiatan dan aktivitas di komunitas Perkampungan Sosial Pingit ini tentunya memberikan banyak pelajaran bagi kita semua, terutama toleransi. Apakah kalian tertarik bergabung dengan komunitas Perkampungan Sosial Pingit sebagai volunteer? (*rmd)

 

Leave a Reply

tambo-co-id