Peace Generation: Komunitas Perdamaian Anak Muda

Kuncoro Sejati | Tambo

Peace Generation merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang resolusi konflik dan perdamaian di kalangan anak muda (youth). Pada tanggal 27 Mei-1 Juni 2002, di Pondok Tingal, Magelang, Komunitas Cinta Damai Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM mengadakan Youth Camp for Democracy and Peace (YCDP). Dalam acara tersebut, baik peserta maupun panitia menyadari akan adanya kebutuhan ruang bagi pemuda untuk mengaktualisasikan diri, ide-ide, dan kecintaannya akan perdamaian. Dengan mengacu kepada kebutuhan tersebut, mereka pun sepakat untuk membentuk komunitas cinta damai bernama Peace Generation, di mana pada saat itu beranggotakan alumni panitia dan peserta YCDP.

Asyiknya, keanggotaan komunitas ini bersifat terbuka, guys. Mereka yang peduli dan mau bekerja untuk perdamaian dapat menjadi bagian dari Peace Generation. Meskipun begitu, melalui kegiatan Peace Camp yang diadakan secara rutin, para alumni program Peace Camp akan secara langsung menjadi bagian dari Peace Generation. Hingga kini, program Peace Camp sendiri telah diadakan sebanyak tujuh kali, di mana acara terakhir dilakukan di Wanagama pada tahun 2017.

Peace Generation mempunyai visi mewujudkan masyarakat damai dan misi menjadikan Peace Generation sebagai wahana eksperimentasi keberbedaan bagi pemuda dan menawarkan alternatif penyelesaian konflik nirkekerasan pada masyarakat.

Kuncoro Sejati | Tambo

Nilai-nilai yang menjadi dasar pemikiran dan aktivitas Peace Generation antara lain:

  1. Youth, dimaknai sebagai spirit personil Peace Generation yang aktif, kreatif, dan dinamis sesuai dengan jiwa muda mereka.
  2. Pluralism, bahwa pada dasarnya manusia diciptakan dengan latar belakang berbeda-beda, baik sifat, kondisi fisik, psikis, maupun faktor lainnya. Perbedaan ini menandakan bahwa tiap individu mempunyai potensi unik yang berbeda pula. Bagi Peace Generation, perbedaan ini tidak sekedar untuk diketahui (to be revealed) sajatetapi perlu ada proses penghargaan (respect) dan pemahaman (understanding) sehingga perbedaan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
  3. Active non-violence, bahwa dalam setiap aktivitas maupun respon terhadap konflik yang terjadi di masyarakat, Peace Generation berusaha untuk menggunakan alternatif-alternatif penyelesaian masalah dengan cara nirkekerasan.
  4. Participation, berlandaskan pada kesadaran bahwa Peace Generation adalah bagian dari masyarakat sehingga berbagai aktivitas yang dilakukannya merupakan wujud partisipasi dan apresiasi kepada lingkungannya. Participation juga menjadi acuan bahwa Peace Generation merupakan wahana partisipasi dan aktualisasi pemuda dalam rangka memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Kuncoro Sejati | Tambo

Kepengurusan Peace Generation

Nah, uniknya, Peace Generation tidak memiliki kepengurusan seperti organisasi pada umumnya. Namun, untuk mendukung kegiatan-kegiatannya, Peace Generation memiliki satu orang Koordinator Person in Charge dan empat orang Person in Charge (PIC) dengan pembagian sebagai berikut:

  • PIC Kesekretariatan

Merupakan pusat informasi segala aktivitas yang dilakukan Peace Generation dan mengurusi perlengkapan Peace Generation.

  • PIC Keuangan

Bertugas mengelola keuangan sekaligus mencari sumber dana bagi kelangsungan hidup komunitas.

  • PIC Kegiatan

Berfungsi sebagai divisi yang menyebarkan alternatif penyelesaian konflik dengan cara nirkekerasan, memberikan respon terhadap konflik yang terjadi di masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan youth (anak muda). Divisi ini juga bertanggung jawab untuk menjaga semangat (mood) sekaligus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (mind) anggota Peace Generation dengan mengadakan diskusi internal, pelatihan-pelatihan, dan pengolahan input dari anggota sebagai bahan analisa kebutuhan Peace Generation.

  • PIC Komunikasi

Mengurusi komunikasi internal maupun eksternal serta membangun jaringan dengan komunitas lain. (*hnf)

Leave a Reply

tambo-co-id