Nalitari, Komunitas di Yogyakarta yang Menciptakan Keindahan dari Keberagaman

Mendengar istilah Yogyakarta tentu kamu akan membayangkan beberapa tempat akademisi dan pesona pada kerumunan masyarakat yang berdatangan selalu ramai mengunjungi daerah Yogyakarta, kamu bakalan nemuin banyak hal positif dan pengalaman yang menarik saat berkunjung dan mendatangi Yogyakarta. Seperti halnya kamu akan mengenal banyaknya komunitas yang ada di Kota Pelajar ini.

Bermacam macam komunitas yang ada di Yogyakarta, mulai dari komunitas teater, penggemar animasi, fotografi, komunitas sosial, musik, penulis, sejarah dan masih banyak lagi. Satu lagi Komunitas yang baru dan berbeda dari yang lain, tumbuh dari Yogyakarta dimana berawal dari kesadaran para pendirinya, 3 perempuan yang mencoba merangkul beberapa orang dari latar belakang yang berbeda untuk bergabung dalam komunitas ini.

Apa Itu Nalitari?

Crisna Dewi | Tambo

Exhibition Panca Kanda part 1 via www.instragram.com/nalitari

Nalitari merupakan komunitas tari inklusi yang berbasis di Yogyakarta. Komunitas ini menjunjung konsep kesetaraan dalam tari dan percaya bahwa semua orang dapat menari. Dalam kegiatannya, Nalitari mengajak orang dari berbagai latar belakang untuk menari bersama.

Terdiri dari 3 Perempuan Hebat

Crisna Dewi | Tambo

3 perempuan (tiara, nurul dan putri) pendiri komunitas nalitari via www.instagram.com/nalitari

Sejak Desember 2013 mereka membentuk Komunitas Nalitari, mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari guru sekolah luar biasa (SLB), guru tari, hingga dari kalangan luar dunia tari. Nali sendiri berasal dari bahasa Jawa berarti mengikat, sedangkan tari berarti tarian. Jadi tujuan mereka adalah ingin mencoba mengikat orang melalui tarian. Selama ini komunitas tari dikhususkan bagi penari profesional, namun Nalitari berusaha untuk tidak membedakan penari. Para pendiri komunitas awalnya resah dengan hal demikian, karena ada penari luwes atau kurang luwes, penari difabel maupun penari reguler, Namun semuanya ternyata tidak seperti yang diresahkan.

Anggota Nalitari dari berbagai macam latar belakang

Crisna Dewi | Tambo

anggota nalitari berasal dari berbagai kalangan via www.instragram.com/nalitari

Komunitas Nalitari berusaha untuk menyatukan semua dalam sebuah keindahan dalam tarian. Banyak cara yang dilakukan oleh penyandang disabilitas untuk eksis dimuka publik,salah satunya mereka menari bersama orang-orang yang lengkap dalam arti fisik, sebagian penari dari nalitari adalah penyandang disabilitas. Namun Dengan keterbatasan fisik tak mengurangi keindahan gerakan mereka di atas panggung. Komunitas ini dalam pementasannya mengangkat isu kesetaraan dan inklusiivitas melalui tarian, dengan prinsip mereka bahwa semua orang bisa menari. Para penari ini dari latar belakang yang berbeda-beda, ada penari profesional, mehasiswa, hingga ibu rumah tangga. Sebagiannya lagi penari penyandang tunarungu dan tunadaksa, ada pula anak autisme.

Pertunjukkan yang Membutuhkan Perjuangan

Crisna Dewi | Tambo

para penari via www.instagram.com/nalitari

Tidak mudah untuk membuat koreografi bagi penyandang keterbatasan fisik, karenanya justru improvisasi gerakan menjadi keunggulan tiap-tiap penari, tak jarang terjadi kecelakaan kecil, namun hal itu tak membuat putus asa dalam menari, diperlukan latihan yang intensif dan kebersamaanlah yang mempercepat proses ini. Melalui tarian dan pertunjukkan yang dibawakan oleh para penari nalitari ini, penonton diajak untuk berkomunikasi, berdialog, bahkan berperan sebagai pendengar serta pengamat, hal tersebut diharapkan bisa mendorong proses berbagi dan pembelajaran bersama dalam pementasan nalitari. Menurut tiara saat tim tambo wawancarai dia mengatakan “dalam tari, kita bisa menanam kepercayaan bahwa masih ada ruang untuk menghargai komponen kehidupan yang cenderung kita hindari”.

Sekilas Tentang Nalitari

https://www.youtube.com/watch?v=7lOSIYkSzDo

karena itulah saatnya bagi kita untuk bekerja lebih keras dan cerdas, untuk mewujudkan dunia yang tanpa sekat” kata salah satu pendiri dari Nalitari (Tiara Brahmarani)

Leave a Reply

tambo-co-id