Anggun Pesona Intan Puspita; Berdayakan Masyakarat Melalui Yayasan Terminal Hujan

Anggun Pesona Indah Puspita, sosok perempuan yang satu ini merupakan dosen sekaligus penggiat sosial di Kota Bogor. Bersama dengan Yayasan Terminal Hujan, Anggun berhasil memberdayakan masyarakat melalui berbagai inovasi dan proyeknya.

Di Bogor, tidak jauh dari pintu keluar jalan Tol Bogor-Jakarta, terdapat sebuah kampung, yakni Kampung Kebon Jukut. Kampung Kebon Jukut berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Bogor, tapi, menurut warganya, kampung terasa seperti terisolir. Ada banyak pengangguran dan anak-anak yang terpaksa harus drop out dari sekolah di kampung ini.

Anggun Pesona

Melihat fenomena tersebut, Anggun Pesona Intan Puspita, S.Psi, M.M, melalui Yayasan terminal Hujan membangun Festival Kampung Labirin di Kampung Kebon Jukut. Festival ini merupakan kerjasama dari Yayasan Terminal Hujan, Yayasan Astra Honda Motor, dan warga Kebon Jukut itu sendiri.

Yayasan Terminal Hujan pertama kali digagas oleh Anggun dan kedua temannya pada tahun 2011. Yayasan ini membawa semangat untuk membantu adik-adik yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Ciliwung Bogor untuk belajar baca, tulis, hitung, dan juga menumbuhkan minat berbisnis untuk para ibu. Setelah 7 tahun fokus pada pendidikan anak dan community development pada para ibu, festival ini menjadi next level dan community development yang dilakukan Yayasan Terminal Hujan.

Festival Kampung Labirin bermaksud untuk mengubah lokasi kumuh kampung menjadi atraksi yang menonjolkan budaya sunda (kesenian, kuliner, dan sensasi labirin) dengan kerjasama dari warga-warga kampung. Idenya adalah, selain pengunjung bisa menikmati estetika dekorasi kampung, pengunjung juga bisa berinteraksi dan menonton berbagai pertunjukkan di gang-gang kampung yang disuguhkan oleh para warga.

Anggun Pesona

Melalui Festival Kampung Labirin, sesama warga Kota Bogor, baik yang tinggal di dalam kampung maupun di luar, bisa punya akses interaksi, kolaborasi, empati, menjaga kelestarian budaya Sudaya, bahkan memberikan monetary benefit bagi pelaku festival.

Untuk selanjutnya, inovasi-inovasi yang akan dilakukan untuk Festival Kampung Labirin seperti penambahan berbagai atraksi, utilisasi Sungai Ciliwung menjadi sarana rekreasi, hingga pendalaman keahlian hospitality dan managerial para pengurus. Paket atraksi ini nantinya bisa dijual sebagai sarana pelatihan, outbond, bahkan acara dan coworking space yang bisa dinikmati banyak pihak baik perorangan maupun korporasi.

Anggun ingin festival ini menjadi “usaha kolaborasi” antara warga dan Yayasan Terminal Hujan dengan ouput profit bersama untuk saling memberdayakan. Peran Yayasan Terminal Hujan memang lebih sebagai inisiator dan pendamping warga.

Tantangan yang dihadapinya ialah mengelola pola kerjasama yang sifatnya melibatkan multiple stakeholders (korporasi, warga setempat, NGO, dan pemerintahan). Terlebih lagi dinamika yang terjadi di antara warga yang membutuhkan cara mengelola konflik untuk sama-sama mencapai tujuan.

Selain sibuk di Yayasan Terminal Hujan, perempuan ini juga bekerja sebagai dosen dan manager of external affairs di PPM School of Management. Pendidikan S1nya ditempuh di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setelah itu, Anggun melanjutkan sekolah S2 jurusan Marketing di PPM School of Management. Anggun memiliki motto “Be the change you want to see in this world”. Anggun ingin hidupnya bermanfaat bagi orang lain dengan melakukan sesuatu yang kongkrit.

Anggun Pesona

Tokoh yang menginspirasinya kebanyakan para social entrepreneur seperti Goris Mustawim, Muhammad Yunus, dan Helianti Hilman.

Anggun menyampaikan kepada kaum muda untuk never settled. Sejak kuliah, ia terbiasa bekerja untuk menambah penghasilan. Pulang subuh saat kuliah karena sedang terlibat proyek, lanjut kuliah, organisasi, dan secara konsisten menantang diri sendiri untuk ikut kompetisi. Tujuannya selain untuk menambah uang, juga untuk mencari kenalan. 

Hingga saat ini, yang paling banyak membantu dalam kehidupan Anggun adalah kenalan-kenalan buah silaturahmi dari dahulu. Kebiasaan never settled tersebut akan membentuk kita menjadi individu yang tidak mudah puas akan satu pencapaian tertentu.

Anggun pernah menerima berbagai penghargaan seperti finalis Mutiara Bangsa Berkhasanah oleh BNI Syariah, penghargaan Srikandi Merah Putih oleh Indosat, dan Penghargaan Kategori Pemuda oleh Harian Radar Bogor. /Hasya Nindita