5 Perempuan Paling Berpengaruh di Indonesia

Selain Kartini, Indonesia juga memiliki beberapa wanita yang berpengaruh di kancah nasional maupun internasional. Berikut 5 wanita berpengaruh yang dimiliki Indonesia

Bulan maret ini menjadi hari yang ditunggu-tunggu bagi perempuan di dunia. Pasalnya, 8 Maret merupakan perayaan Hari Perempuan Internasional. Pada  tanggal 8 Maret tersebut dijadikan sebagai hari peringatan dimana perempuan berhasil dalam berbagai bidang misalnya ekonomi dan sosial. Gagasan tersebut sudah mulai dikemukakan pada abad ke-20 di Rusia.

Di Indonesia sendiri, Kartini merupakan sosok wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita yang mengajak wanita Indonesia untuk mulai bangkit dari keterpurukan. Ia menuntut pendidikan yang setara antara wanita dan laki-laki dan hak-hak lainnya. Sering berjalannya waktu, wanita Indonesia pun mulai menunjukkan kiprahnya hingga ke tingkat internasional. Tentunya hal ini sangat membanggakan bagi Indonesia. Berikut daftar perempuan-perempuan yang paling berpengaruh di Indonesia :

 

  1. Sri Mulyani Indrawati
SuratKabar.id

Berbicara mengenai wanita Indonesia yang berkiprah di luar negeri tentunya yang paling kita ingat adalah Sri Mulyani. Ia memiliki dedikasi yang tinggi dalam segi ekonomi sekaligus yang menjadikannya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sebelumnya, ia menjabat menjadi Menteri Kuangan pada tahun 2005 hingga 2010. Pada jabatannya itu, ia berhasil meminimalisir korupsi dan memprakarsai reformasi dalam sistem pajak dan keuangan di Indonesia. Kini Sri Mulyani kembali menjabat menjadi Menteri Keuangan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. 11 Februari lalu ia juga mendapatkan pengahargaan dalam acara World Government Summit sebagai Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister Award).

 

  1. Megawati Soekarnoputri
Industry.co.id

Presiden Indonesia kelima ini merupakan presiden wanita pertama yang menjabat selama pemerintahan di Indonesia. Ia menjabat sejak 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004. Megawati memulai karirnya di dunia politik sejak tahun 1986 dan berhasil menempati kursi presiden setelah Abdurahman Wahid turun dari jabatan presiden. Pada pemerintahan Megawati inilah pemilihan umum presiden dilakukan secara langsung dan menjadi patokan keberhasilan proses demokrasi.

 

  1. Susi Pudjiastuti
Grid.ID

Susi sekarang ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dari kabinet kerja 2014-2019. Sebelum menjabat sebagai seorang menteri, Susi melepas posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air yang dimilikinya. Dahulunya, Susi merupakan pengepul ikan di Pangandaran. Setelah itu ia mendirikan pabrik pengolahan ikan yang menembus pasar Asia dan Amerika. Pada 2004, ia membeli sebuah pesawat Cessna yang mengangkat ikan segar tangkapan nelayan ke berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Susi sempat menjadi perbincangan karena kedapatan menghisap rokok dan memiliki tato sehingga menjadi viral di media sosial.

 

  1. Najwa Shihab
https://seruji.co.id

Najwa Shihab atau akrab dipanggil Nana merupakan pembawa acara berita yang terkenal di Metro Tv. Pada Agustus tahun 2017 lalu ia mengundurkan diri dari Metro Tv melalui episode Catatan Tanpa Titik. Ia pun mulai beralih ke Youtube. Namun pada Januari 2018 ini ia memulai kembali menjadi pembawa acara di Trans TV. Selama karirnya, ia telah mendapatkan berbagai penghargaan seperti penghargaan dari PWI Pusat pada tahun 2005 karena liputannya di Aceh saat bencana Tsunami. Pada 2006, ia menjadi jurnalis terbaik Metro TV. Tahun berikutnya ia mendapat 5 besar Asian Television Awards kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter. Ia pun didaulat menjadi Duta Baca Indonesia dan Duta Pustaka Bergerak.

 

  1. Tri Rismaharini
pemimpinkami.com

Sering dipanggil Bu Risma, wanita berusia 54 tahun ini merupakan wanita fenomenal di Surabaya. Ia memiliki dedikasi yang tinggi yang menjadikan Surabaya sebagai kota yang ebrsih baik secara birokrasi maupun fisik. Ia membangun taman-taman dan mempebaiki sistem lalu lintas di kota yang padat penduduk tersebut. Ia pun sempat viral di berbagai televisi dan media sosial karena memarahi petugas kantor yang lalai dalam bekerja.